Postingan

Manusia dan Teknologi

Gambar
      Pada era ilmu dan teknologi, manusia dilukiskan juga dengan dua sisi yaitu: Pertama gabungan benak dengan lidah, yakni ide yang dirumuskan dengan benar, sedang yang kedua adalah karya yang dapat dimanfaatkan dari hasil rumusan sisi pertama itu.       Sisi pertama mahal dan amat berharga itulah teknologi dan sisi kedua adalah produk/alat yang hakikatnya amat murah walau sering kali dinilai amat mahal bahkan lebih mahal daripada manusia. Sekali lagi, sisi pertama amat mahal, karena itu dunia Barat yang unggul dalam bidang ini sering kali enggan menjualnya, apalagi memberinya secara cuma-cuma kepada dunia ketiga, yang mereka jual dengan mahal adalah sisi kedua itu. Sikap  mereka itu menjadikan manusia hanya berkisar pada kegiatan mendukung ide dan memanfaatkan alat demi kenyamanan hidup.  Manusia di sini dinilai dengan alat dan pemanfaatnya, bukan selain itu.       Pada abad ke VIII samapi dengan abad ke XIII islam islam per...

Manusia Makhluk Budaya

      Hakikat manusia harus dipandang secara utuh, manusia merupakan makhluk tuhan yang paling sempurna, karena ia dibekali akal budi. Manusia memiliki harkat dan derajad yang tinggi. Harkat adalah nilai sedangkan derajat adalah kedudukan. Pandangan demikian berlandaskan pada ajaran agama yang diyakini oleh manusia sendiri.       Contoh dalam ajaran agama islam surah At-tin ayat 4 dikatakan:       "sesungguhnya kami (Allah) telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."       Makna keislaman berarti kita hidup di dunia ini harus memahami prinsip rukun islam dan satu pun diantara rukun itu tak boleh di abaikan dengan prinsip rukun inilah kita menjalani kehidupan sepanjang umur dan menutup kehidupan dengan husnul khatimah selaku seorang muslim yang taat menjalankan kelima rukun islam itu. Dalam wacana ilmu sosial dan budaya, manusia adalah makhluk budaya. Wujud budaya itu pada manusia berupa ide, perilaku (p...

Manusia Makhluk Peneliti

      Setiap insan lahir dalam keadaan sama, suci dari dosa dan tak berilmu. Akan tetapi, manusia sudah dibekali insting belajar, dari mulai belajar berjalan, berbicara, mengetahui nama-nama benda, hingga mengenal tuhan. Maka, belajar adalah sifat alamiah manusia yang perlu terus diasah dan dikembangkan. Sejatinya manusia sebagai makhluk peneliti berarti manusia adalah makhluk yang terus belajar dan mencari ilmu.      Ilmu adalah kunci segala kebaikan. Ilmu merupakan sarana untuk menunaikan apa yang Allah wajibkan pada kita. Tak sempurna keimanan dan tak sempurna pula amal kecuali dengan ilmu. Dengan ilmu Allah disembah, dengannya hak Allah ditunaikan, dan dengan ilmu pula agama-Nya disebarkan.       Kebutuhan pada ilmu lebih besar dibandingkan kebutuhan pada makanan dan minuman, sebab kelestarian urusan agama dan dunia bergantung pada ilmu. Imam Ahmad mengatakan, “Manusia lebih memerlukan ilmu daripada makanan dan minuman. Karena ma...

Manusia Makhluk Belajar

       Ada satu kata atau istilah, yaitu “ belajar ” yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Karena aktivitas belajar itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lain seperti binatang misalnya. Karena aktivitas belajar pula yang mengantarkan seorang manusia menjadi berilmu, yang selanjutnya memosisikan manusia menjadi makhluk yang paling mulia diantara makhluk yang ada di muka bumi ini. Karena belajarlah, manusia bisa bertahan hidup dan bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhan hidupnya. Karena belajarlah, manusia bisa memecahkan masalah kehidupan yang dihadapi. Karena belajarlah, manusia bisa mengembangkan budayanya, dan karena belajar pula, manusia bisa menguasai alam dan bisa mengubah wajah dunia ini.       Secara teoritik, belajar dapat dimaknai sebagai suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. Dengan demikian buah dari proses belajar tersebut dapat berup...

5.4 Peringatan Allah Tentang Takaran dan Timbangan

Pengertian Takaran & Timbangan Takaran   adalah   alat yang digunakan   untuk   menakar.   Dalam   aktifitas   bisnis,    takaran (al-kail) biasanya   dipakai   untuk   mengukur   satuan   dasar   ukuran   isi   barang   cair,    makanan   dan   berbagai   keperluan   lainnya . Kata lain yang sering   juga   dipakai   untuk   fungsi   yang sama   adalah   literan   T imbangan (al-wazn) dipakai   untuk   mengukur   satuan   berat.   T imbangan   adalah   suatu  macam   alat   ukur yang diberikan   perhatian   untuk   dipergunakan   secara   tepat   dan   benar   dalam   perspektif   ekonomi  islam. QS Al-Muthaffifin : 1-3 وَيْلُ لِّلْمُطًفِّفِيْنَ (١) اًلِّذِيْنَ اِذَا اكْتَالُواْ عَلَى الناسِ يَسْتَوفُوْنَ ...

5.3 Manusia Makhluk Siyasah dan Hubungan Horizontal Manusia-Alam

Kata siyasah secara etimologis merupakan bentuk masdar dari sasa, yasusu yang artinya “mengatur, mengurus, mengemudikan, memimpin dan memerintah”. Di samping arti tersebut kata siyasah juga berarti “politik dan penetapan suatu bentuk kebijakan”. Kata sasa bersinonim dengan kata dabbara (mengatur), to lead (memimpin), to govern (memerintah), dan policy of government (kebijakan pemerintah). Selain itu, menurut Ibnu Mansur (ahli bahasa di mesir ) siyasah berarti mengatur sesuatu dengan cara membawa kepada kemaslahatan. Sedangkan menurut Abdul Wahhab Khalaf siyasah adalah undang-undang yang dibuat untuk memelihara ketertiban dan kemaslahatan serta untuk mengatur berbagai hal. Adapun menurut Abdurrahman, siyasah adalah hukum dan kebijakan yang mengatur berbagai urusan umat atau masyarakat dalam hal pemerintahan hukum dan peradilan, lembaga pelaksanaan dan administrasi dan hubungan luar dengan negara lain. Dari ketiga definisi di atas dapat di simpulkan bahwa fikih siyasah adalah suatu...

5.2 Faraidh atau Mawaris

      Mawaris adalah ilmu yang berkaitan dengan pembagian warga warisan berdasarkan prinsip dan syariat Islam. Umumnya disebut juga dengan ilmu faraidh.  Ilmu inilah yang digunakan untuk melakukan pembagian harta kepada para ahli waris.  Pentingnya ilmu mawaris bertujuan untuk menciptakan kedamaian di tengah-tengah keluarga. Tak jarang keluarga pecah bahkan hingga terjadi pertumpahan darah gara-gara pembagian warisan yang dianggap tidak adil.       Itulah mengapa ilmu tersebut disebut-sebut oleh baginda Nabi Muhammad SAW sebagai separuh dari inti agama. Alasannya karena menurut Ibn Uyainah bahwa   pembagian warisan merupakan keniscayaan yang akan dihadapi oleh setiap manusia.       Ilmu mawaris mengatur peralihan harta dari pewaris kepada para ahli warisnya yang masih hidup. Dasar hukum ilmu ini berdasarkan Al-Quran Surat An-Nisa Ayat (4) ayat 7 yang terjemahannya berbunyi: “Bagi orang laki-laki ada hak bagian dar...